Senin, 26 September 2011

flats for jade

Salam,
Hello flat shoes junkie...
Flatsforjade is my fave shoe online shop..
I really love that colours..
You can visit Flatsforjade here..
Happy visit :))
xoxo
"For women, shoes are the most important. 
Good shoes take you good places" -Seo Min Hyun-


Kamis, 22 September 2011

Photo session for HijUp.com


Photo Courtesy Of www.hijUp.com


akhir pekan lalu, pagi-pagi sekali saya sudah merapikan diri dan bergegas menuju ke daerah Mampang jakarta Selatan. Bersemangat sekali pagi itu. saya mendatangi kantor HijUp.com untuk melakukan sesi foto untuk web fashion online shop yang sedang banyak diperbincangkan ini. Di HijUp.com, berbagai produk fashion hijab dari berbagai butik di presentasikan dan dijual. Yang lebih menyenangkan lagi, saya bertemu Hanna dan Anneke dari Casa Elana, saya difoto produk baru Casa Elana. Aaaaah lama tidak bertemu mereka, saya kangen... Beberapa foto ini adalah hasil fotonya. Kamu juga bisa memperoleh produknya dengan mengorder di HijUp.com, Happy Shopping....

Salam, Dhatu Rembulan 

last weekend, early in the morning I have been ready and rushed to Mampang, Jakarta Selatan, and i'am really excited that morning. I went to HijUp.com office to do a photo session. HijUp.com is an online fashion shop web that is being widely discussed recently. They selling many hijab fashion products from a various boutiques. Even more fun again that day, I met Hanna and Anneke from Casa Elana, the brand that I will photographed for. Aaaaah it's been so long, I miss them... Visit HijUp.com sisters, Happy Shopping....

Regards, Dhatu Rembulan

Rabu, 21 September 2011

Kampus Kemarau

Salam,
Hmmm.. I wish the rain pouring every morning from the sky of Jakarta, this city too hot at the night. Feel so sorry to all the people with water supply problem :(

White Shoes and The Couples Company's songs become my top rated playlist this week. Here we go the lyrics...
Oh hujan kami menanti..
Kuberharap sangat setiap hari..
Sementara ini kau libur ku mengerti..
Ooh tolong batara surya..
Kami tahu kau sedang bekerja..
Tapi relakah sejenak kau sembunyi..

Warm Regard,
Dhatu Rembulan





Kamis, 15 September 2011

Bismillah...

Alhamdulillah, after break for a while, eventually this web can be accessed again. 
With a fresh new look, dear all readers can easily contribute in this web.
Thank you, may this web worthwhile..
Warm regads,
Streethijab.com

xoxo :)

HiStory: Hijabi Story from Dewi Indriyani


Assalamualaikum. meet my new friend, Dewi. She often flick her name in funny way, into Iwed. and i think it's good, her nickname could present her energetic personality. Her vision on hijab is also very exceptional. This is the story of Dewi .. mmm Iwed hehe


Cerita untuk streethijab


Assalamulaikum.


Hai Dhatu Rembulan, nice to know u..:)
Berawal dari sebuah event di Fimela House berlanjut menjadi sebuah pertememan yang menyenangkan. Bagi penyuka designer muslimah Casa Elana, pasti tahu dengan Dhatu rembulan, wanita cantik yang menjadi model CasaElana. Aku ga pernah nyangka akan mengenal dekat Dhatu Rembulan, wanita energik, cantik dan menyenangkan. Ngobrol dengan Dhatu gak akan cukup sehari tapi butuh waktu yang lama, karena misi dan visi hidup nya yang luar biasa.


Aku ingin cerita tentang pertama kali menggunakan HIjab. Dulu tidak pernah sekalipun aku akan terpikir untuk menggunakan hijab, apalagi dengan kesibukan sebagai atlet basket sekolah dan kampus, tidak ada niat sedikit pun untuk berhijab karena aku pikir itu akan sangat mengganggu saat bermain basket. Aku memakai hijab atau kerudung saat kuliah hanya pada saat mata kuliah agama islam ditahun pertama. Mau ga mau harus mengikuti peraturan. Saat pertama kali memakai hijab, banyak teman yang berkomentar akan penampilan ku yang berbeda "Wed lo aneh pake kerudung" atau "Wed lo pantes deh pake kerudung, Namun ada seorang sahabat cowok [Mimi] yang pendapatnya sangat aku perhatikan " Wed lo keliatan lebih cewek kalo pake kerudung, pake terus aja deh!!" komentar dari dia bikin aku pede pake kerudung, tapi tetep aja belum ada niat untuk berkerudung. "Ogah ah, panas kali mi, coba nih lo pake!!" begitu tanggapan ku saat itu.


Mimi adalah sahabatku saat kuliah, pria berbadan tinggi dan besar ini sangat pede dengan rambutnya yang kribo, dia selalu membanggakan rambut kribonya dan ga pernah mau dipotong. Padahal aku sudah gerah banget liat rambutnya yang kribo. Sampe suatu saat aku berpikir untuk buat perjanjian dengan Mimi.
"Mi gimana kalo kita kita bikin perjanjian!"
"Perjanjian apa?"
"Lo kan mau banget liat gw pake kerudung, dan gw kan udah ga betah banget lia rambut kribo lo. Gimana kalo gw pake kerudung dan lo janji buat potong rambut lo jadi botak!! gimana?"
Sejenak dia berpikir lama...
  
"Hmmm okeh wed, tapi lo pake kerudung mulai besok kuliah yah, dan gw mulai potong rambut sebulan lagi. Gimana?"
"Yeee curang lama amat mau dibotakin doang.."
"Terserah mau atau enggak??" Mimi mulai mengancam..
"Yaudah deh.. gw setuju" Mau ga mau aku menyetujui perjanjian berkerrudung itu, karena sudah ga tahan liat rambut kribonya.


Yup begitulah awal mula aku berkerudung ditahun 2008. Berawal dari sebuah perjanjian "bodoh" dua sahabat kampus, sampai sekarang aku masih konsisten menggunakan kerudung ku. Banyak teman wanita ku yang belum juga berkerudung, saat aku tanya mengapa mereka tidak berkerudung mereka akan selalu menjawab dengan kalimat yang sama " Belum siap". Dan setiap meendengar kalimat itu aku hanya bisa tersenyum.


Wanita muslimah dibelahan dunia manapun, wajib hukum nya untuk menutup aurat seperti perintah Allah dalam surat An.Nur 31 : “Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: ’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khumur (Ind: jilbab)nya ke dadanya…’” (Annur:31)


Di Al.Quran dengan jelas mewajibkan wanita muslimah untuk menutup auratnya. Entah kesiapan apa yang dibutuhkan seorang wanita untuk mengenakan kerudung/ menutup auratnya. Kesiapan itu akan datang seiring perjalanan waktu. Kita tidak perlu menunggu siap untk kerudung, karena waktu itu kita yang menenentukan sendiri. Seperti cerita ku diatas, awal mula aku berkerudung bukan karena keyakinan agama, tapi karena perjanjian persahabatan. Dan seiring berjalanannya waktu, aku mulai belajar dan mendalami tentang keyakinan ku akan berkurudung.


Kita punya banyak alasan untuk mulai berkerudung, entah karena sekolah mengharuskan berkerudung, entah dipaksa orang tua, entah untuk menyenangkan suami, atau apapun. Tapi pada akhirnya kita akan mengetahun alasan utama kita berkerudung adalah karena Allah SWT. Aku juga masih harus memperbaiki cara ku berkerudung, dan mempelajari tentang islam, namun setidaknya aku telah memulai untuk belajar....


Mari saling menginpirasi..


Thanks to beautifull woman.. Dhatu Rembulan..xoxo



HiStory: Hijabi Story from Shabrina


Salam, hallo Shabrina, setelah membaca email dan melihat foto kamu wajahmu tidak asing, kita sering bertemu di event dan bazaar sepertinya. Senang bisa bisa bertemu disini, semoga cerita kamu bisa mengispirasi muslimah lain yaa…

Cerita untuk streethijab.com 

Assalamualaikum :)

berawal dari kebiasaan yang berujung menjadi hobi saya, browsing blog, saya menemukan blog streethijab yang isinya alhamdulillah sangat menginspirasi saya untuk terus istiqomah ber hijab. Saya memakai hijab sejak 12 november 2010 (tanggal nya alhamdulillah tidak sengaja amat bagus sehingga mudah diingat, 121110 hehe :p) tanpa alasan khusus, makanya kalau orang tanya "kok tiba-tiba banget vin make kerudung? kenapa?" saya juga nggak tau apa alasan khususnya, yang hanya beralasan kepengen. Yap, simple banget kan? tapi saya bener-bener nggak punya cerita atau alasan spesifik..hanya ingin dan yaudah seterusnya saya alhamdulillah semakin yakin untuk berhijab. sekali lagi, alhamdulillah :)

saya punya sedikit cerita yang ingin saya share kepada pembaca streethijab, jadi..pada saat itu saya dan beberapa teman menjadi penonton salah satu acara tv untuk mencari dana salah satu acara kampus. Nah, kebetulan sebagai penonton kami harus memakai pakaian muslim. Warna pakaian muslim dan kerudungnya juga ditentukan oleh ibu-ibu yang menjadi penyalur untuk mencari penonton (salah satunya kami, hehe) acara tersebut. Pada saat itu, posisi kami sebagai penonton terdiri dari 3 sisi: sisi kiri, kanan dan tengah.  Setiap sisi harus memakai warna baju yg berwarna sama, saya ingat untuk sisi kiri diisi laki-laki yang warna baju nya mayoritas diisi warna putih, bagian kanan diisi wanita yang warna baju nya biru, dan bagian tengah diisi wanita yang warna baju nya kuning. Saya pada saat itu memakai baju warna biru yang seharusnya duduk di sisi sebelah kanan.  Ketika saya ingin duduk (kebetulan sebagai penonton hanya duduk di karpet biasa bukan di studio yang ada seat nya), ternyata tempat untuk sisi sebelah kanan  sudah penuh dan saya diminta untuk duduk di sisi bagian tengah. Saya bingung, karena untuk duduk di sisi bagian tengah harus memakai baju warna kuning dan warna kerudung yang beda juga dengan yang saya pakai.  Ibu-ibu penyalur yang sedang mengatur posisi duduk penonton bilang "kamu disini aja! cepet ganti baju!" sambil ngasih baju warna kuning dan kerudung untuk saya. Saya dengan tegas menolak untuk ganti baju (walaupun didouble) disitu, karena saya juga harus mengganti kerudung kan dan disitu banyak sekali laki-laki.  Saat itu saya malu sekali karena seluruh orang yang menjadi penonton juga melihat ke arah saya.  Ibu-ibu penyalur yang lain akhirnya bilang "Dia pake jilbab! nggak bisa ganti baju dan kerudung sembarangan!" alhamdulillah...ada yang mengerti kata saya dalam hati.  Akhirnya dengan buru-buru saya ke toilet untuk ganti baju dan kerudung.

Hikmahnya adalah...begitu Allah sangat menyayangi kita dengan memerintahkan untuk memakai jilbab. Dia ingin kita diperlakukan dengan hormat oleh orang lain. Saya sangat bersyukur menjadi seorang muslimah dan niat untuk memakai hijab seterusnya pun semakin kuat.  Dengan memakai jilbab saya merasa tenang dan aman. Apalagi model baju dan model hijab sekarang juga sangat bervariasi.  Impian saya, saya ingin dengan memakai hijab yang rapi dan cantik dapat menginspirasi orang lain untuk memakai hijab juga. Insya Allah.

semoga cerita ini bermanfaat bagi pembaca streethijab

Assalamualaikum :)

Salam
Sabrina dan Dhatu Rembulan

HiStory: Hijabi Story from irviene



Assalamualaikum sistersm this time HiStory came from my friend Pipin, we once met at a mall in Jakarta and spent time for lunch and chat. I think that she has really a hijab exciting experience, and i'm very impressed with her activities in theater. Let’s read the full story…

Cerita untuk Street Hijab
Saya dan jilbab memiliki hubungan yang unik. Saya berkenalan dengannya saat saya masih kelas XI SMA, simply hanya karena saya tidak suka jika betis saya terlihat saat memakai rok SMA yang panjangnya selutut. Kok betis? Ya, betis saya X-Large besarnya dan saya gak nyaman kalau teman-teman malah memperhatikan betis saya dan bukannya muka saya kalau mengobrol. Hahaha. Saya mau pakai rok panjang tapi sekolah tidak memperbolehkan rok panjang dikenakan tanpa jilbab. Akhirnya saya pilih memakai jilbab saja, deh.

Ada akhiran “deh” dalam cerita saya, menandakan bahwa saya memang berkenalan dengan jilbab secara “terpaksa”. Ini membuat saya masih Lepas-Pakai-Jilbab dalam masa itu. Hingga setelah saya lulus SMA, takdir saya bertitah, “Irviene, kamu harus merantau dari Kota Malang ke Jakarta untuk bersekolah lebih tinggi!”. Di sinilah saya, di Jakarta, saya baru bisa memaknai lebih dalam jilbab saya.

Di Jakarta, saya -yang bisa dibilang hidupnya masih selebar daun kelor ini- seakan melihat dunia yang sama sekali berbeda. Saya sungguh terkagum-kagum melihat bagaimana seharusnya seseorang seusia saya harus berpakaian.  Di sini, semua terlihat begitu stylish.Begitu modis. Dengan platform high heels-nya, dengan cut out tee-nya, dengan statement accessories-nya, orang-orang Jakarta ini terlihat begitu… gaul. Hahaha. Di sini pula saya melihat bagaimana orang terlihat begitu hectic, begitu  bekerja keras untuk meraih sesuatu, dan itu juga hal yang membuat saya kagum. Saya merasa seperti Alien dari Mars yang datang ke Bumi. Mungkin si Alien yang gak tau apa-apa ini perlu adaptasi. 

Harus saya akui, memakai jilbab membatasi saya memakai fashion items tertentu, seperti celana pendek atau cut out T-Shirt yang bolong-bolong. Memakai jilbab juga membatasi saya untuk melamar kerja sambilan di beberapa perusahaan (yang sebenarnya cukup menggiurkan). Apalagi, di kampus, saya mengikuti UKM seni teater yang mengharuskan saya tampil dengan peran yang berbeda-beda. Saya menikmati teater, tapi tahu sendiri, kalau saya berperan jadi “Cinderella” atau “Siti Si Cewek Genit”, atau bahkan “Arjuna Si  Charming yang Ganteng” kayaknya gak mungkin memakai jilbab. (Sejak kapan Cinderella jadi mu’allaf?

Saya jadi dilanda ketakutan. Jika saya tetap memakai jilbab, saya gak bisa pakai baju yang lucu-lucu layaknya anak gaul sehingga saya akan tetap jadul, saya tidak bisa apply kerja di banyak perusahaan, dan  saya tidak bisa berkarya di bidang yang saya sukai! Saya galau. Galau dan galau. Saya jadi berpikir, “Apakah saya harus melepas jilbab?” 

Beruntung, saya memiliki pemahaman sejak lama, bahwa segala jenis ketakutan tidak boleh menjadi dasar dari segala pengambilan keputusan, termasuk keputusan seperti ini. Jadi, saya curhat dengan seorang teman, dan ia berkata, “Coba tanya diri sendiri.. apa iya, setelah hampir tiga tahun berjilbab, jilbabmu itu masih hanya untuk betismu?”

Wow. Ia benar. Mengapa saya tetap bertahan memakai jilbab bahkan setelah saya tidak harus pakai rok SMA yang selutut lagi? Saya jadi sadar bahwa walaupun pada mulanya tidak dimulai dari sebuah kesiapan, memakai jilbab membuat niat saya berkembang, entah bagaimana caranya. Niat “mengasihi betis saya” berkembang lebih besar. Sekarang, saya memakainya karena mengasihi calon suami saya yang seharusnya nanti hanyalah menjadi satu-satunya laki-laki yang boleh melihat aurat saya. Saya mengasihi orang tua saya yang khawatir anak gadis semata wayangnya ini kenapa-kenapa di tanah rantau. Bahkan, saya mengasihi pria-pria yang jika saya tidak berjilbab akan melihat aurat saya dan mereka menjadi berdosa karenanya. Juga, saya jadi lebih mengasihi diri sendiri karena rasa hormat pada diri sendiri timbul atas penghargaan atas aurat saya. Terakhir sekaligus juga yang terpenting, saya merasa lebih mengasihi Allah, Sang Maha yang begitu menyayangi dan mengasihi saya.

Sejak adanya kesadaran itu, saya tidak terpikir lagi untuk melepas jilbab. Saya tahu saya merasa bahagia karenanya. Malahan, saya jadi lebih percaya diri jika memakai kerudung di atas kepala saya ini. Segala permasalahan dunia? Segala fashion items, segala lamaran pekerjaan, dan segala teater bisa saya “akali” dengan berbagai cara. Bahkan, saya berkarya di berbagai bidang secara lebih banyak! Saya jadi ingat film School of Rock yang berpesan, “Rock ‘n Roll is about against THE MAN and get your own way”. Arti The Man’ sendiri adalah sesuatu yang berkuasa atas diri kita, sehingga suara hati diri sendiri tidak kedengaran. Dulu, segala pikiran saya tentang fashion, perusahaan, dan teater, itu adalah ‘The Man’ saya. Sekarang? Jangan ditanya. 

Saya percaya, seperti hubungan antara betis dan jilbab saya, langkah awal memang tidak pernah sempurna, dan itu tidak apa-apa. Yang terpenting, di langkah selanjutnya selalu ingat untuk tidak membiarkan ‘The Man’-mu merenggut kebahagiaan atas langkah itu!
Makasih.

Salam,
Pipin dan Dhatu rembulan

meet pipin at http://thememblecompany.blogspot.com

Jumat, 09 September 2011

Salam Hijabis (:
Assalamualaikum sisters, 
this is a trial post due to the design process on streethijab.com new look. 
We are so sorry for the inconvenience.

While we finished our web new looks, we still waiting your email.
Share your story or anything about hijab here..
Please send to streethijab@gmail.com

Regards,
Dhatu Rembulan
xoxo :)

Selasa, 06 September 2011

trial post 01


Assalamualaikum sisters, this is a trial post due to the design process on streethijab.com new look. we are so sorry for the inconvenience. we'll be come back very soon with more photos and story. streethijab is a collection of stories and biographies from hijabis from various background that i met. not only stories in terms of fashion, but also all about the bravery and the confidence of them. and that's why I admire them. inspired by my family, my friends, and arts workers who always inspiring. i hope this blog could motivate Muslim women to enrich ourselves.

Regards, Dhatu Rembulan