Kamis, 15 Maret 2012

HiStory: Hijabi Story from Shandra Syailendra


Assalamualaikum...

Sedikit ingin bercerita tentang perjalanan gw berhijab.
Semuanya berawal dari sini, waktu itu sebuah siang di bulan November, entah seperti kerasukan tiba-tiba gw bangun dari tidur, mandi, dan langsung turun dari flat tempat gw tinggal dibilangan Jakarta pusat. Waktu itu gw sedang tanpa tujuan dan  arah, dan ngebiarin saja kaki ini melangkah. Perjalanan gw terhenti di sebuah kios yang berjualan kerudung di emperan pasar tanah abang. Gak Pake pikir-pikir gw lalu mengeluarkan selembar limapuluh ribuan dan beli 2 buah kerudung. Satu berwarna hitam, yang satu lagi berwarna biru tua. Lalu gw pulang balik ke flat. 

Keesokan harinya gw bangun agak pagi dari biasanya. Pagi itu gw mulai memberanikan diri untuk berhijab. Tidak ada rencana sebelumnya, hanya tiba-tiba dorongan ingin mem”filter” diri muncul begitu kuat. Gw masih ingat sebulan sebelumnya gw masih ngerayain sebuah pesta menyambut bulan ramadhan di tahun itu.

Pada hari yang sama pula gw memutuskan untuk berhenti merokok dan “minum”. Entah seketika gw merasa lelah dengan eforia dan hingar bingar kehidupan gw. Waktu yang gw habiskan di masa lalu hanya mendorong gw kekehidupan yang akhirnya nihil. Waktu itu juga gw tidak menemukan yang namanya kedamaian, apalagi kebahagiaan, gw kerja banting tulang, abisnya cuma buat kegiatan semalam aja. Belum lagi gw susah menemukan teman yang tulus menyayangi gw, tiap gw curhat ujung-ujungnya nyampe di kuping teman yang lain. Semuanya palsu di mata gw.  Gw merasa berada dititik Nol waktu itu, sampai gw merasa gw ingin mengulang semuanya dari Nol juga. 

Perjalanan berhijab gw tidak semulus yang gw bayangkan. Kuping gw sering kali dibuat panas karena perkataan beberapa teman. Ada yang bilang “Ah, paling shandra cuma ngikuti trend”, tapi semuanya berusaha gw telan dengan sabar. Pegangan gw hanya satu, yaitu kutipan surah Al-Asr 

"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran" (QS. Al Ashr).  

Berbekal keyakinan gw akan surat itu, gw dekati teman-teman gw dan jelaskan kemereka, kalau gw tetap shandra yang dulu. Shandra yang suka pake kaos band dan atribut hitam-hitamnya. Hijab hanya tampilan baru gw, gw tetap teman yang bisa diajak “Nongkrong”, Karena buat gw hijab adalah pilihan gw untuk mem”filter” diri dan bukan untuk membuat gw menjadi orang lain. Nyokap gw aja sempet kurang setuju karena takut anaknya cuma ”angot_angotan”. Nyokap gw bilang  untuk tidak main-main sama keputusan berhijab. Kalau gw belum siap jangan dipakai dulu. Tapi buat gw kalau nunggu siap, yang jadi pertanyaan kapan siapnya? Manusia kan selalu dicoba dalam hidupnya. Gw cuma minta nyokap mendoakan semoga keputusan gw untuk berhijab istiqomah. Tapi banyak juga teman-teman yang mendukung niat gw, bahkan ada beberapa teman yang akhirnya juga ikut menggunakan hijab. Dan gw pun gak malu untuk menceritakan pengalaman cerita masalalu gw, karena menurut gw gak ada kata terlambat untuk berubah di jalan Allah. Alhamdullilah, setelah berhijab kehidupan gw jauh lebih menyenangkan. Selain karena gw dapat teman curhat baru saat sholat dan yakin curhatan gw gak akan bocor kemana-mana, tapi juga akhirnya gw menemukan jodoh yang bertahun-tahun gw cari. Alhamdullilah gw bertemu orang yang bisa menerima kehidupan masalalu gw.  Alhamdullilah ini masuk tahun ketiga gw menggunakan hijab. Doain gw selalu dijalan Allah ya, teman-teman.

Wassalamualaikum...

Pic of  Shandra :)

Shandra Zulkafika Syailendra//ZHoC [Zulkafika House of Creativity]


Tidak ada komentar: